Uniknya Kain Sasirangan, Tenun Asli Banjar yang Bisa Menyembuhkan Penyakit

 

Tidak hanya Batik, Indonesia memiliki beragam jenis kain tradisional yang tersebar di setiap daerah. Kain sasirangan menjadi salah satu yang populer karena keunikannya yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Sasirangan pada zaman dahulu sering digunakan sebagai kerudung, kemben, selendang, ikat pinggang, sarung, maupun ikat kepala.

Saat ini, kain ini banyak dipadukan atau dikreasikan menjadi produk fashion yang unik dan bernuansa etnik. Bahkan produk-produk dari kain tradisional suku Banjar ini sudah ditampilkan dalam gelaran fashion show  internasional.

Beberapa kain hasil produksi UKM pun sudah menembus pasar luar negeri. Menarik sekali bukan? Supaya tidak keliru ketika membeli, berikut ini ulasan mengenai kain tradisional asli suku Banjar selengkapnya.

Kain sasirangan

Sejarah Kain Sasirangan

Pada umumnya, kain sasirangan dikenakan untuk acara adat suku Banjar. Sasirangan sendiri berasal dari kata menyerang yang artinya menjelujur. Hal ini karena proses pembuatan kain dilakukan secara manual dengan cara menjelujur dan diikat dengan tali kemudian dicelup.

Masyarakat Banjar menyebut Sasirang  ini sebagai kain permintaan yang akan dibuat sesuai kehendak pemesan. Selain itu, kain sakral juga memiliki arti penyembuhan orang sakit atau “Batatamba”. Dahulu, kain ini akan diberi warna sesuai dengan tujuan atau permintaan dari pemesan untuk pelengkap dalam terapi pengobatan tertentu.

BACA JUGA:  Kain Japan Drill, Bahan Favorit untuk Berbagai Seragam

Pewarna dari kain tradisional ini terbuat dari rempah-rempah serta bahan alami lainnya yang dikerjakan secara manual. Untuk mendapatkan warna merah, pengrajin akan menggunakan buah mengkudu, kesumba, atau gambir.

Warna kuning biasanya dihasilkan dari temulawak dan kunyit. Sedangkan, kulit buah rambutan, dan biji buah gandaria menghasilkan warna coklat dan ungu. Lalu, warna hijau bisa dibuat dari jahe dan daun pudak.

Nantinya, bahan tersebut akan dicampurkan dengan bahan lain, seperti garam, jinten, cengkeh, pala, jeruk nipis, tawas, kapas, kapur, serta cuka. Hal ini berfungsi untuk menghasilkan warna yang lebih menarik dan tidak gampang memudar.

Cara Pembuatan yang Unik

Pembuatan kain tradisional ini masih diproduksi dengan cara yang unik dan menggunakan tenaga manual. Di Banjarmasin sendiri terdapat Kampung Sasirangan yang menjadi pusat kerajinan kain asli dari suku Banjar tersebut.

Untuk membuat kain sasirangan, dibutuhkan bahan dasar kain polos berwarna putih yang nantinya akan diikat dan dijahit manual menggunakan tangan. Kain yang digunakan biasanya yaitu kain katun, santung, sutra, rayon, balacu, king, satin, kaci, polyester, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Mengenal Kain Waterproof, Kain yang Mampu Melindungi Diri Dari Air

Kemudian, benangnya akan di jelujur atau ditarik sesuai dengan motif-motif yang diinginkan. Lalu, kain akan dicelup kedalam pewarna yang terbuat bahan-bahan alami sebagai proses akhir.

Dengan berkembangnya teknologi saat ini, pengrajin pun mulai membuat kain tradisional sasirangan dengan menggunakan teknik cetak atau printing. Meski begitu, kain yang dibuat secara manual justru lebih banyak disukai masyarakat. Tentunya harga yang ditawarkan cukup tinggi.

Motif Kain Tradisional Sasirangan

Di Indonesia, kain sasirangan cukup populer dengan ragam motif yang khas dan unik. Setiap motif dari kain tersebut dipercaya mempunyai khasiat untuk pengobatan beberapa penyakit. Nah, berikut ini sejumlah motif yang masih banyak digunakan masyarakat yang perlu diketahui.

1. Kangkung Kaombakan

Salah satu motif yang cukup banyak digemari adalah kangkung kaombakan. Kangkung sendiri merupakan jenis tumbuhan air yang memiliki batang tidak mudah patah meski sering terkena gelombang. Kain tradisional dengan motif ini dipercaya bisa digunakan untuk mengobati penyakit kepala yang bergoyang-goyang.

2. Naga Balimbur (Laki Bini)

Motif naga balimbur ini konon terinspirasi dari dongeng yang bercerita tentang naga atau ular besar yang mandi sungai pada pagi hari. Hewan tersebut mandi sambil berjemur dibawah terik matahari dengan air sungai yang berombak-ombak. Fungsi dari motif ini dapat mengatasi keluhan sakit kepala yang terasa seperti ditusuk-tusuk.

BACA JUGA:  Yuk Berkenalan Lebih Jauh Dengan Kain Lineza!

3. Ombak Sinampur Karang

Ombak yang menerjang karang ini menjadi inspirasi utama dari motif kain ini. Motif unik mengkiaskan ombak sebagai gelombang perjuangan dalam kehidupan manusia. Sedangkan karang memberikan motivasi bahwa manusia harus tetap bertahan menghadapi tantangan hidup. Jenis kain ini dipercaya dapat mengatasi sakit kepala yang berdenyut-denyut.

4. Ular Lidi

Masyarakat Banjar menyebut ular lidi sebagai simbol kecerdikan. Motif kain sasirangan pamintan ini berbentuk lengkung ganda kecil dan tidak patah-patah. Kain motif ini biasanya dipakai untuk mengobati sakit kepala yang terasa menusuk-nusuk mata.

5. Bayam Raja

Makna dari bayam raja yaitu leluhur yang bermartabat. Motif ini memiliki bentuk garis yang melengkung patah-patah serta disusun secara vertikal untuk dijadikan pembatas motif lain. Biasanya motif ini diterapkan pada pinggiran kain. Bayam raja sendiri berfungsi mengatasi stres atau gangguan kejiwaan.

Demikian ulasan mengenai keunikan dari kain sasirangan yang perlu diketahui. Kain adat dari suku Banjar ini memang terkenal karena keunikan motif yang dipercaya dapat mengobati seseorang. Pembuatan kain ini pun masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan bahan baku yang alami. Meski begitu, daya tarik dari kain ini tidak pernah lekang oleh waktu.

error: Content is protected !!