Ketika menyebut parasut, orang akan membayangkan jaket berbahan parasut yang biasa digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Padahal, kain parasut bisa digunakan untuk banyak hal selain jaket dan jas hujan. Sebelum membahas lebih detail, mari mempelajari apa itu parasut dan bagaimana bentuknya.
Kain berbahan parasut merupakan jenis kain yang berbahan tipis dan ringan. Dengan bahannya yang tipis ini, orang cenderung menggunakan kain ini untuk lapisan pelindung dibandingkan dengan bajunya sendiri. Namun, tidak sedikit pula yang menjadikan parasut sebagai bahan jaket karena bahannya yang adem dan ringan sehingga nyaman digunakan.

Contents
Jenis-Jenis Kain Parasut
Sebagian besar orang menganggap bahwa semua parasut sama. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis kain parasut yang ada di pasaran, yang memiliki kualitas yang berbeda-beda. Untuk lebih detailnya, mari mengetahui jenis-jenis parasut beserta kelebihannya:
1. Kain Biway
Jenis kain ini banyak digunakan untuk jas hujan karena kemampuannya untuk dapat menahan air. Namun kebalikannya, kain ini tidak dapat menyerap keringat dengan. Untungnya, kain ini mudah kering dan dibersihkan setelah pakai dan tidak menyebabkan bau.
Oleh karena itu, bagi yang memiliki kain biway, disarankan untuk mencucinya setiap kali setelah pemakaian. Para pemilik kain ini cukup membilasnya dengan air biasa atau air sabun lalu mengelapnya hingga kering. Atau cukup dijemur di area terbuka juga sudah cukup membuatnya kering.
2. Kain Parasut Oxford
Parasut Oxford merupakan salah satu jenis parasut yang tidak memiliki sifat anti air. Bahannya tidak terlalu tebal dan tipis dibandingkan dengan kain biway. Jika diraba, kain ini memiliki permukaan yang lebih bertekstur dan kasar jika dibandingkan dengan parasut pada umumnya.
Oleh karena itu, kain ini tidak banyak digunakan sebagai jaket maupun jas hujan. Namun, lebih banyak digunakan untuk tas berkatan atau bungkus sebuah produk.
3. Parasut Silver
Salah satu jenis parasut yang paling banyak digunakan dan dikenal oleh orang adalah kain parasut silver. Sesuai namanya, warnanya silver dan biasanya warnanya mengkilap. Jenis kain ini terkenal kuat dan tahan terhadap air yang mengalir seperti hujan.
Dengan kelebihannya inilah, parasut silver banyak digunakan untuk jaket dan jas hujan. Jenis ini tidak akan rusak maupun sobek ketika terkena hujan. Akan tetapi, kain ini harus segera dikeringkan setiap kali terkena basah. Hal ini untuk menghindari timbulnya bau tidak sedap pada kain.
4. Parasut Super
Bagi para pecinta jilbab dan mukena pasti tidak asing dengan parasut super. Sesuai dengan namanya parasut ini memang memiliki kualitas yang bagus dan permukaan yang halus. Jika dilihat sekilas, warnanya mengkilap dan menarik siapapun yang melihatnya. Oleh karena itu, kain super ini banyak digunakan untuk mukena ataupun hijab.
Akan tetapi, parasut jenis ini tidak tahan air dan mudah kusut jika dilipat terlalu lama. Pengguna harus menyetrikanya terlebih dahulu untuk membuatnya terlihat cantic kembali/
5. Parasut Kusut
Sesuai namanya ini adalah parasut ini bentuknya mudah kusut dan memiliki bentuk bergelombang. Meskipun begitu, bahannya lembut, dingin dan licin jika dipegang.Bahannya yang tidak terlalu bagus dan mudah kusut membuatnya tidak banyak digunakan sebagai pakaian, melainkan untuk hammock.
Namun pada beberapa tempat, bahan ini juga digunakan sebagai jas hujan dengan harga yang murah. Kualitasnya pun tidak sebagus parasut lainnya yang digunakan untuk jas hujan.
Cara Merawat Parasut Agar Tahan Lama
Pada dasarnya bahan parasut memiliki tekstur yang halus namun sangat tipis. Oleh karena itu, jika tidak dirawat dengan baik akan mudah rusak dan sobek. Jadi, pastikan untuk merawatnya dengan baik agar tidak mudah rusak.
Salah satu cara merawat parasut dengan baik adalah mencuci atau menjemurnya setelah digunakan, terutama untuk jas hujan. Setelah pemakaiannya, bilas dengan air biasa lalu jemurlah semua bagian agar terkena angin. Pastikan semua bagian kering baru lipat kembali dan simpan di tempat tertutup.
Jangan sampai melipat jas hujan ketika masih kondisi basah. Karena hal ini akan menyebabkan bau tidak sedap pada kain. Selanjutnya jika ingin mencuci kain parasut, lebih baik menggunakan tangan karena mesin cuci dapat merusaknya dengan cepat.
Untuk mukena dan jilbab yang terbuat dari bahan parasut, ada baiknya untuk tidak menyetrikanya dengan suhu yang terlalu panas. Perlu diingat bahwa parasut memiliki bahan yang tipis sehingga tidak bisa menahan suhu yang terlalu panas.
Jangan dijemur di area terbuka yang langsung terkena matahari juga, karena akan membuat kain mudah kusut dan susah untuk disetrika. Jadi, lebih baik dijemur di dalam meskipun keringnya akan sedikit lama.
Jadi, itulah beberapa macam dan cara perawatan berbagai macam kain parasut. Meskipun perawatannya cukup susah namun kain ini sangat cocok bagi yang suka kain ringan dan tipis.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Garuda Print.
๐ Lihat profil lengkap โ