Pernah mendengar kain waterproof? Atau mungkin baru pertama kali dengar melalui artikel ini? Nah pada kesempatan ini akan dijelaskan secara mendetail tentang apa itu kain yang satu ini, bagaimana proses pembuatan nya hingga bisa menjadi anti air, serta beberapa kain jenis waterproof yang bisa dijadikan pilihan. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, mari langsung saja simak ulasannya di bawah ini.
Contents
Apa Sebenarnya Kain Waterproof Itu?
Kain waterproof merupakan sebuah istilah dalam dunia tekstil yang merujuk pada jenis kain yang tahan terhadap air. Orang-orang juga biasanya menyebut kain yang satu ini dengan sebutan kain anti air karena memang air tidak mampu menembus permukaan kain yang satu ini. Hal ini disebabkan karena kain jenis yang satu ini memiliki kerapatan yang sangat tinggi sehingga mampu untuk kedap air.
Kain anti air ini sangat banyak digunakan untuk keperluan outdoor seperti jaket, ransel, celana, dan yang lainnya. Setidaknya ada dua fungsi utama dari penggunaan kain jenis ini. Pertama untuk menahan serta menolak kelembaban dari udara luar. Dan yang kedua sebagai sirkulasi udara atau uap pada tubuh agar tetap nyaman saat digunakan.

Bagaimana Proses Pembuatan kain Waterproof?
Nah mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya proses pembuatan kain yang satu ini hingga bisa tidak tembus air. Setidaknya ada dua tahapan utama yang menjadikan kain ini tidak mampu ditembus oleh air.
Pertama adalah proses laminasi dan proses yang selanjutnya adalah coating. Inti dari kenapa bahan ini bisa waterproof yaitu karena kain ini di coating atau dilapisi dengan kain yang berkualitas tinggi seperti balon.
Mengenal Beberapa Lapisan Pada Kain Waterproof
Penting untuk diketahui bahwa kain jenis waterproof ini tidak terdiri dari satu lapisan saja. Hal ini pulalah yang menyebabkan kenapa air sulit menembus kain ini. Setidaknya ada tiga lapisan yang biasanya menyusun bahan jenis ini. Apa saja itu?
1. Lapisan Luar
Bagian luar atau permukaan ini biasanya terbuat dari bahan polyester ataupun nilon. Lapisan ini sebenarnya tidak tahan air, hanya saja biasanya dilapisi lagi dengan DWR (Durable Water Repellent) agar air bisa lebih lama untuk menembus lapisan berikutnya.
2. Membran Laminasi atau Coating
Nah lapisan ini adalah lapisan yang memang sengaja dirancang agar tidak bisa ditembus oleh air. Biasanya membran laminasi atau coating ini terbuat dari Teflon ataupun polyurethane. Lapisan ini di desain dengan lubang-lubang mikroskopis yang tidak tembus air namun mampu membiarkan sirkulasi udara tetap masuk.
3. Jaringan Berlapis
Lapisan ini biasanya diikatkan ke bagian dalam kain agar kain bisa menambah kenyamanan. Jaringan berlapis juga umumnya mempunyai membran yang terbuka supaya sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik.
Jenis-jenis Kain Waterproof yang Penting Untuk Diketahui
Setelah mengetahui lebih jauh tentang kain yang satu ini, sebagian orang mungkin ada juga yang ingin segera membelinya untuk dibuat jaket ataupun yang lainnya. Namun sebelum hal itu dilakukan ada baiknya mengenali dulu beberapa jenis bahan waterproof yang ada di pasaran. Nah setidaknya ada 4 jenis bahan waterproof yang bisa dijadikan pilihan.
1. Bahan Taslan Balon
Jenis kain anti air yang pertama adalah taslan. Kain yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Kain yang satu ini dibuat dari bahan polyester atau serat sintetis dengan menggunakan teknologi yang baik. Hal inilah yang menjadikan kain dari bahan taslan ini memiliki karakteristik kuat, tidak mudah sobek, lembut, serta tidak terlalu tebal.
2. Kain Parasut
Bahan waterproof selanjutnya yang bisa dijadikan pilihan adalah kain parasut. Dibandingkan dengan taslan, kain yang satu ini umumnya lebih kasar dan juga tipis. Hal ini menjadikan kain parasut lebih cocok digunakan untuk membuat tas daripada jaket. Walaupun tipis, namun bahan yang satu ini tergolong kuat sehingga biasanya dijadikan bahan untuk membuat ransel atau tas untuk travelling.
3. Kain Ripstop
Kain ripstop merupakan bahan waterproof yang mempunyai karakteristik cukup unik. Berbeda dengan kain jenis waterproof lainnya, ripstop ini memiliki permukaan yang berbentuk kotak-kotak dan umumnya memiliki warna abu-abu. Dalam penggunaannya, kain yang satu ini banyak digunakan untuk membuat tas, jaket, ataupun mantel. Pokoknya sangat cocok digunakan untuk kegiatan berpetualang seperti naik gunung.
4. Bahan Gore Tex
Kain jenis waterproof terakhir yang bisa dijadikan pilihan yaitu yang terbuat dari bahan gore tex. Nama kain yang satu ini memang merupakan sebuah merek dagang yang sudah cukup terkenal. Banyak perlengkapan outdoor seperti jaket, baju sport, dan yang lainnya terbuat dari bahan yang satu ini. Bahkan selain anti air, kain gore tex juga anti angin sehingga banyak digunakan untuk keperluan militer maupun astronot.
Cocok untuk Apa Saja Kain Waterproof?
Dengan karakteristik tahan air, kuat, dan mampu menjaga sirkulasi udara, kain waterproof sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan fungsional, terutama yang berkaitan dengan aktivitas luar ruangan atau kondisi ekstrem. Berikut beberapa contoh penggunaannya:
-
Jaket Outdoor & Gunung
Kain seperti taslan, ripstop, atau gore-tex sangat ideal untuk jaket lapangan, windbreaker, dan raincoat karena dapat menahan hujan dan angin, sekaligus nyaman dipakai. -
Mantel dan Jas Hujan
Kain parasut dan bahan balon sering digunakan untuk pembuatan jas hujan karena sifatnya ringan, cepat kering, dan efektif melindungi dari air. -
Tas dan Ransel Travelling
Ripstop dan parasut banyak digunakan untuk tas, karena kuat, ringan, dan tahan air—cocok untuk perjalanan jauh atau medan ekstrem. -
Seragam Lapangan dan Tactical
Untuk seragam militer, SAR, hingga kostum komunitas outdoor, bahan seperti gore-tex dan ripstop jadi pilihan karena kekuatan serta ketahanannya terhadap air dan cuaca ekstrem. -
Aplikasi Fashion Khusus
Walaupun bukan bahan utama untuk busana sehari-hari atau jersey olahraga, kain waterproof masih dapat dikombinasikan sebagai lapisan luar atau aksen fungsional, misalnya pada jaket printing komunitas atau outer event bertema petualangan.
Apakah Kain Waterproof Cocok untuk Printing Sublimasi?
Salah satu pertanyaan penting dalam industri konveksi modern adalah: Apakah kain waterproof bisa dicetak dengan teknik printing sublimasi? Jawabannya umumnya tidak cocok, atau sangat terbatas penggunaannya.
Alasan utamanya:
-
Teknik sublimasi hanya bekerja optimal pada kain berbahan dasar polyester murni tanpa lapisan coating seperti PU atau Teflon.
-
Kain waterproof biasanya sudah dilapisi dengan lapisan pelindung (coating) yang menghambat proses sublimasi karena tinta tidak bisa menyerap sempurna ke serat kain.
Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, printing sublimasi masih bisa digunakan pada bagian-bagian aksesori atau detail dekoratif, misalnya untuk jaket printing berbahan taslan jika digunakan versi taslan yang tidak terlalu tebal dan belum dilapisi coating penuh. Tapi hasilnya tetap tidak sebaik printing sublim pada jersey olahraga biasa.
Nah informasi seputar kain waterproof sudah dijelaskan secara lebih mendalam pada pembahasan diatas. Bagaimana, sudah kenal sekarang dengan jenis kain yang satu ini? Semoga informasi ini bisa menambah wawasan tentang dunia kain khususnya mengenai kain yang anti air. Jadi ketika suatu saat membutuhkannya untuk berbagai keperluan tidak akan salah pilih karena sudah mengetahui karakteristiknya.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Garuda Print.
🔗 Lihat profil lengkap →