Custom Jersey – Tidak dipungkiri apabila Indonesia merupakan salah satu negara dengan prestasi Badminton terbaik di seluruh dunia. Dari generasi menuju generasi berikutnya, pebulutangkis negara ini seringkali menorehkan prestasinya yang abadi dalam sejarah olahraga badminton.

Contents
Bagaimana Sejarah Olahraga Badminton?
Pada jaman dahulu, peralatan yang digunakan untuk melakukan kegiatan ini tentu belum menjadi seperti sekarang ini. Sebab, sekarang alat yang digunakan untuk melakukan olahraga badminton seperti raket, kok atau shuttlecock, net, dan lapangan sudah sangat mumpuni. Lantas bagaimana sejarahnya?
1. China
Akar peradaban sejarah olahraga badminton sebenarnya sudah ada sejak lama, seperti berada di Yunani Kuno, Mesir Kuno, hingga China. Sebelum tahun 1 Masehi, di sana sudah terdapat olahraga yang dimainkan mirip dengan badminton di jaman sekarang ini.
Sementara di Negara China itu sendiri saat itu sudah terdapat permainan dengan nama jianzi yang menggunakan shuttlecock sederhana. Namun cara memainkannya berbeda dengan permainan bulu tangkis, yaitu pemain berusaha menahan kok di udara dengan kaki selama mungkin.
2. India
Sementara di India, permainan ini berkembang pada abad ke-17 yang di temukan pada catatan Bernard Adams dalam bukunya The Badminton Story (1980). Sebelumnya permainan ini dikenal dengan sebutan battledore.
Cara memainkannya sederhana sekali, memukul bantalan wol sebagai kok dengan sebuah tongkat sederhana agar buntalan tersebut tidak jatuh ke tanah. Abad ke-18 battledore mengalami suatu perkembangan ketika Inggris menduduki India, kemudian di sebut sebagai permainan poona.
Era Bulu tangkis Modern
Mulanya orang Inggris yang menetap di India membawa permainan Poona ke negara mereka. Dengan begitu, membuatnya berkembang dan cukup populer di Britania pada pertengahan abad-19. Kala itu, olahraga ini seringkali dimainkan di Badminton House, lokasinya berada di Gloucestershire.
Dari sanalah nama badminton berasal, yang semula memiliki sebutan poona atau battledore. Tahun 1860 an dari buku A Brief History of Badminton from 1870-1949 (2016), sebuah karya dari Betty Uber, penyebar pamflet yang bertuliskan “Badminton Battledore: A New Game”.
Dalam selebarannya menyajikan tentang tata cara permainan bulu tangkis serta berbagai aturannya secara lengkap, yang berbeda dengan aturan permainan poona. Sedangkan pada artikel The Cornhill Magazine 1863 mengartikan battledore permainan dua sisi dipisahkan setinggi lima kaki dari tanah.
IBW Menjadi BWF
Turnamen bulu tangkis yang digelar secara terbuka perta kali ialah tahun 1898 di Guildford, Inggris. Karena banyak yang menggemari, akhirnya dihelat kembali pada tahun 1899, di London’s Holticultural Halls dengan nama All England. Sampai saat ini menjadi turnamen bergengsi di dunia.
Kala itu belum ada organisasi yang menaungi dalam konteks internasional. Seperti yang ditulis dalam Badminton: Rules and Regulations (2015), pada 1934 didirikanlah International Badminton Federation (IBF) menjadi induk olahraga bulu tangkis dunia.
Negara perintis induk tersebut ialah, Kanada, Perancis, Belanda, Denmark, Inggris, Selandia Baru, Irlandia, Skotlandia, dan Wales. Kemudian tanggal 24 September 2006 tempatnya di Madrid Spanyol, di sepakati IBF berubah nama menjadi Badminton Word Federation (BWF) dengan 176 negara.
Sejarah Olahraga Badminton di Indonesia
Sejarah olahraga badminton di Indonesia sebenarnya sudah berada sejak bertahun-tahun silam. Dijelaskan dalam buku Bulu Tangkis Dasar (2017) karya Dhedhy Yuliawan, permainan tersebut hadir mewarnai cabang olahraga Indonesia ketika jajahan Inggris di Malaysia serta Singapura.
Menurut beberapa situs terkait, badminton hadir di wilayah Sumatra Indonesia pada tahun 1930. Beberapa sumber mengatakan ada yang dibawa langsung ke Jakarta. Seiring perkembangannya pada awal 1993, perkumpulan bulu tangkis sudah ada di Jakarta.
Perkumpulan tersebut populer di juluki “Bataviase Badminton Bond” dan juga “Bataviase Badminton League”. Pada mulanya mereka berdiri sendiri-sendiri, namun kemudian bergabung menjadi Bataviase Badminton Unie (BBU).
Dimulainya Kejuaraan Permainan Bulu Tangkis di Indonesia
Pada 1934, berbagai kejuaraan mulai bermunculan di Jawa Barat dan sekitar pulau tersebut. Pada pendudukan Jepang tahun 1942, perkembangannya semakin pesat. Kemudian di bentuklah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesian (PBSI) pada 5 Mei 1951 di Bandung. Tercatat kongres pertama PBSI.
Munculah struktur kepengurusan dari pusat yang membuat adanya hal yang sama di tiap tingkat daerah. Lalu naik di tingkat provinsi menjadi cabang yang kemudian berubah bentuk ke Pengda (Pengurus Daerah).
Kemudian pada akhir agustus pada tahun 1977 terdapat 26 Pengda di seluruh wilayah negara Indonesia. Terkecuali provinsi Timor-Timor dan sebanyak 224 lainnya. Maka, jika dijumlahkan terdapat 2000 anggota PBSI yang terkumpul.
Emas Negara Republik Indonesia di Olimpiade
Ketika badminton menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan sebagai sesuatu percobaan di Olimpiade Munich (Jerman) pada 1972, Indonesia yang di wakili Rudy Hartono sebagai tunggal putra serta pasangan Adhe Chandra dan Cristian Hadinata berhasil membawa pulang emas.
Begitu pula ketika 1992 di Barcelona, Spanyol, Indonesia berhasil membawa sepasang emas dari tunggal putra serta putri Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Selain itu medali perak berhasil di raih Ardy B Wiranata, Hermawan Susanto tunggal putra, Eddy Hartanto/Rudy Gunawan ganda putra.
Sepanjang Olimpiade dari tahun 1992 hingga 2016, Indonesia hanya gagal sekali saja menyumbang emas, yaitu pada tahun 2012 di London. Para penyumbang medali emas tersebut diantaranya ialah, Rexy/Ricky (1996), Tony/ Chandra (2007) dari sektor ganda putra, Taufik Hidayat tunggal putra.
Itu tadi sepenggal ulasan terkait sejarah olahraga badminton yang ada di Indonesia dan di dunia. Kita seharusnya sudah cukup bangga akan prestasi yang berhasil ditorehkan anak bangsa untuk mendapatkan emas dalam Olimpiade dunia tersebut dan bangga memakai baju badminton. Masih terdapat beberapa tokoh besar lainnya peraih medali tersebut.