Custom Jersey – Teknik lari cepat sebenarnya tidak jauh beda dengan sprint, namun tentu saja cabang tersebut berbeda dengan marathon. Hal yang perlu disiapkan adalah meningkatkan kecepatan berlari agar dapat mencapai garis finish secara sempurna.

Contents
Teknik Lari Cepat saat Start
Pelari membutuhkan persiapan sebelum melakukan gerakan lari. Tujuannya adalah mengoptimalkan pola lari cepat. Tidak hanya itu, konsentrasi penuh juga dibutuhkan untuk fokus kepada aba-aba yang diberikan. Ada beberapa posisi teknik start dalam lari cepat, yaitu akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Posisi Bersedia
Ketika muncul aba-aba “bersedia”, pelari akan menempatkan posisi dengan kedua kaki ditekuk masing masing berada di depan dan belakang. Salah satu lutut, biasanya bagian paling sering adalah kanan, diletakkan di tanah dan terpisah selebar bahu.
Telapak tangan berada tidak melebihi garis start dengan membentuk huruf V. Untuk kepala diusahakan agar dijaga dengan posisi datar dengan punggung. Leher akan menjadi rileks dan arahkan pandangan ke depan. Usahakan tetap fokus pada aba-aba apa yang diberikan selanjutnya.
2. Posisi Siap
Selanjutnya muncul aba-aba “siap”, maka seorang pelari akan mengatur gerakan. Lutut kaki bagian depan ada pada sudut sembilan puluh derajat atau sedikit diangkat dan yang belakang ditekan dengan posisi tidak terlalu lurus.
Tumpuan berat badan diatur seimbang agak condong kedepan. Posisi panggul diangkat agar melebihi tinggi bahu. Untuk posisi tangan tetap seperti awal dan tegak lurus menopang badan. Bagian bahu sedikit agak maju ke depan dari dua tangan.
3. Posisi Yak
Setelah terdengar aba-aba “yak”, maka pelari segera mengambil awalan. Ketika kaki belakang bergerak melakukan penolakan, lengan kiri lebih dahulu diayunkan kedepan dan yang kanan diayun kebelakang.
Teknik Gerakan Tubuh Saat Lari
Olahraga lari cepat membutuhkan kecepatan tinggi untuk mencapai garis finish. Namun hal seorang pelari tidak boleh mengabaikan gerakan yang sesuai ketika berlari. Beberapa poin di bawah akan menjelaskan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Gerakan Lengan
Saat berlari, pelari perlu menerapkan teknik gerakan ini. Caranya yakni mengayunkan secara menyilang berlawanan terhadap gerak kaki. Posisi yang benar yaitu menekuk lengan dan diayunkan dengan sudut sembilan puluh derajat.
Lengan tidak dianjurkan terayun melewati batas garis tengah tubuh agar ruang paru-paru lebih luas. Jika diayunkan secara benar pada saat lari cepat, maka dapat memberi dorongan terhadap tubuh sehingga menambah kecepatan dalam berlari. Pakailah baju lari yang nyaman agar tangan bisa leluasa bergerak ketika berlari.
2. Gerak Kaki
Agar gerakan kaki menjadi cepat, langkah yang dilakukan adalah dengan mengambil jarak pendek dan berkecepatan sedang. Cara ini memberi dorongan cepat terhadap tubuh sehingga tidak membuat pelari mudah lelah.
Selanjutnya adalah pola injakan. Kaki tidak boleh menginjak tanah terlalu lama. Titik yang dikenai adalah telapak bagian tengah, serta posisi yang dibentuk lurus dibawah pinggang kemudian ditolak ke belakang.
Teknik Postur Tubuh
Teknik lari cepat selanjutya adalah postur tubuh. Ini perlu diperhatikan karena pelari harus mengetahui untuk membuatnya berlari dengan cepat dan menghemat energi. Berikut akan diulas beberapa di antaranya:
1. Tubuh Tidak Ditekuk
Hal yang dimaksud tubuh tidak ditekuk yaitu badan diusahakan tetap lurus. Pelari harus memastikan itu agar menghindari dari menekuk tubuh. Hal ini dilakukan untuk memperkecil peluang cidera kram perut yang terjadi di tengah pertandingan.
Dengan tidak menekuk badan, ruang perut dan dada pelari akan terasa lebih luas. Hal itu juga berefek pada jalur pernapasan sehingga napas dapat keluar masuk menjadi lebih mudah sehingga ritme lari menjadi lebih baik.
2. Kepala Tetap Tegak
Ketika melakukan lari cepat, perlu diingat bahwa kepala tidak dianjurkan untuk menunduk ataupun memutar arah selain kedepan. Jika hal itu terjadi, dapat memungkinkan pelari menjadi tidak fokus.
Tidak hanya itu, tujuan menjaga agar kepala tetap tegak akan memudahkan dan melancarkan jalannya pernapasan. Efek lain yang dapat dirasakan oleh pelari adalah tubuh juga tidak mudah lelah karena badan tetap tegak terjaga.
3. Tubuh Miring ke Depan
Postur miring bukan berarti sedikit membungkuk. Namun yang dimaksud adalah badan agak condong ke depan. Hal ini akan membuat pelari merasakan adanya dorongan yang lebih besar. Laju lari juga semakin mudah karena laju lari menjadi lebih sedikit.
Teknik Pernapasan saat Lari Cepat
Teknik ini merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelari, karena aktivitas tersebut merupakan langkah awal memulai dengan pernapasan efektif. Mungkin dianggap cukup sulit karena harus menjaga ritme lari dan napas agar tetap baik.
Pada lari cepat membutuhkan ritme pernapasan 3-3. Maksudnya adalah setiap tiga langkah kaki secara berturut-turut mengambil dan menghembuskan udara. Namun ada juga yang menerapkan 2-2 pada pelari profesional. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, perlu dilatih secara terus menerus.
Teknik Mendarat saat Lari Cepat
Setelah mencapai garis finish, baiknya pelari melakukan pendaratan. Untuk mendarat, perlu diterapkan teknik mendarat dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Langkah-langkah yang diambil adalah pendaratan kaki dengan menginjakkan ujung telapak pada tanah terlebih dahulu.
Tidak hanya itu, namun juga harus memastikan bahwa posisi lutut sudah agak ditekuk. Hal ini menyebabkan langkah berikutnya agak melentur sehingga ritme lari juga agak melambat. Dengan begitu, pelari dapat mendarat dengan sempurna.
Demikianlah beberapa teknik lari cepat yang dapat disampaikan. Terlebih untuk pelari cepat yang tergolong pemula, hendaknya diperhatikan dengan baik untuk membentuk performa menjadi lebih profesional lagi.