Bahan Kain Cotton Combed, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan

 

Banyak sekali jenis bahan kain yang digunakan untuk membuat kaos atau pakaian. Masing-masing kain memiliki sifat bahan tersendiri, ada yang tipis, ada yang tebal,  mudah dicuci, mudah menyerap keringat, dan sebagainya.

Salah satu jenis bahan kain yang umum digunakan adalah jenis Cotton Combed. Dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai jenis kain tersebut.

Tentang Cotton Combed

Jenis kain ini cukup banyak ditemukan di pasaran dan sering digunakan sebagai bahan pembuatan kaos. Sesuai dengan namanya, jenis kain ini menggunakan jenis bahan katun yang sudah mengalami penyisiran terlebih dahulu.

Sehingga bahan katun yang digunakan untuk membuat jenis kain ini merupakan bahan yang paling halus sebelum kemudian dipintal menjadi benang.

Proses tambahan berupa penyisiran bahan, membuat jenis kain ini memiliki sifat yang sangat lembut. Kualitasnya juga tentu saja lebih baik dari jenis kain katun pada umumnya.

Dan tentu saja karena kualitasnya yang lebih baik, harga jenis kain ini di atas jenis kain katun biasa. Kualitas jenis kain ini salah satunya bisa terlihat dari benangnya yang lebih kokoh dibanding kain katun biasa.

Jenis kain ini banyak digunakan untuk berbagai produk linen. Contoh penggunaan produk linen yang menggunakan kain ini antara lain sarung bantal, bed cover, hingga taplak meja. Namun, umumnya penggunaan jenis kain ini lebih disukai untuk pembuatan kaos.

Kain Cotton Combed

Perbedaan Kain Cotton Combed dengan Katun Biasa

Bila dilihat sepintas memang jenis kain Cotton Combed dengan katun biasa dapat terlihat dari tingkat kelembutannya. Namun, ada penyebabnya mengapa jenis kain tersebut bisa lebih lembut dibanding katun biasa.

Dan hal tersebutlah yang menjadi perbedaan kunci antara jenis kain ini dengan jenis katun biasa.

Jenis kain ini mengalami suatu proses yang tidak dialami oleh jenis katun biasa, yakni proses penyisiran (combed).

Proses penyisiran ini bertujuan untuk membuang serat benang yang berukuran pendek agar tidak tercampur saat proses pembuatan kain.

Serat-serat benang yang berukuran kecil ini akan menyebabkan tekstur yang lebih kasar. Sehingga dalam pembuatan kain ini, serat tersebut harus disingkirkan.

Proses penyisiran ini dapat diartikan sebagai proses seleksi serat-serat benang katun. Sehingga hanya serat benang katun terbaik saja yang digunakan dalam pembuatan kain ini.

Karena hanya menggunakan serat terbaik, tentu saja kain ini akan memiliki tekstur permukaan yang halus. Berbanding terbalik dengan katun biasa yang kasar karena tanpa proses penyisiran.

BACA JUGA:  Bahan Drill Adalah: Pengertian, Karakteristik, Jenis, dan Cara Merawatnya

Dalam pembuatannya, jenis kain ini juga tidak menggunakan bahan-bahan senyawa kimia di dalamnya. Pembuatan kain ini hanya menggunakan bahan katun murni yang dicampur bahan sintetis Polyester.

bahan combed

Kelebihan dan Kekurangan Kain Cotton Combed

Bila dilihat dari penjelasan sebelumnya, tampaknya kain ini begitu sempurna. Namun sebetulnya tidak begitu, karena jenis kain ini memiliki kelebihan dan kekurangan juga.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan kain Cotton Combed yang sering digunakan untuk pembuatan kaos ini.

1. Kelebihan Kain

Dari yang sudah dijelaskan sebelumnya, jenis kain ini jelas memiliki kelebihan berupa tekstur permukaan yang halus. Tekstur permukaan yang halus ini membuat jenis kain sangat nyaman digunakan dalam bentuk kasus terutama.

Tekstur permukaan yang halus ini merupakan hasil dari proses seleksi terhadap serat-serat kain sehingga hanya serat kain terbaik saja yang digunakan.

Jenis kain ini juga mudah menyerap keringat sehingga akan terasa dingin kala dikenakan. Tentu saja akan membuat pemakainya merasa sangat nyaman karena tidak basah akibat keringat. Jenis kain ini juga tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya.

Penggunaan campuran bahan kimia pada kain bisa menyebabkan alergi dan iritasi pada kulit. Sehingga dengan meniadakan campuran bahan kimia membuat jenis kain ini aman digunakan oleh siapapun.

2. Kekurangan Kain

Meski tampak begitu nyaman dikenakan, ternyata kain ini juga masih memiliki kekurangan. Fakta bahwa jenis kain ini dapat mudah menyerap keringat ternyata bisa memberikan kerugian bagi kain ini.

Mudahnya menyerap keringat, atau air, justru membuat kain ini menjadi lebih mudah rusak. Terutama apabila kain ini direndam di dalam air terlalu lama.

Permasalahan dengan air juga tidak bisa dilepaskan dari jamur tentunya. Jenis kain ini juga termasuk sangat gampang terkena jamur, terutama bila disimpan dalam tempat yang lembab dalam waktu yang lama.

Masalah ini selain disebabkan karena mudah menyerap air juga karena tidak ada bahan kimia yang dapat menekan pertumbuhan jamur.

Penggunaan bahan kimia akan membuat kain dapat bertahan lebih lama. Namun di sisi lain, penggunaan bahan kimia pada kain akan membuat kain menjadi dapat menyebabkan alergi dan berbahaya.

Jenis-Jenis Kain Cotton Combed

Kain jenis ini banyak dan sangat mudah dijumpai di pasaran. Meski harganya tergolong lebih mahal, tetapi jenis kain ini disukai karena memiliki berbagai variasi pilihan.

Variasi pilihan pada jenis kain ini dibedakan berdasarkan tingkat kerapatan jahitan dan ketebalannya. Berikut ini variasi jenis-jenis kain Cotton Combed.

1. Kain Combed 20s

Kain Combed 20s ini menjadi salah satu bahan kain terbaik untuk pembuatan kaos. Ketebalan kain Combed 20s ini berkisar antara 180-220 gram per meter perseginya.

BACA JUGA:  Kain Mori yang Ternyata Tidak Hanya Digunakan Untuk Kain Kafan

Kain Combed 20s ini juga menjadi jenis kain Combed yang paling tebal dibanding jenis kain Combed lainnya.

Karena memiliki tingkat ketebalan yang besar, maka tentunya kain Combed 20s ini juga sangat kuat. Harganya juga yang paling mahal dibandingkan dengan jenis kain Combed yang lain.

Meski begitu, jenis kain Combed 20s ini sangat cocok digunakan menjadi kaos sablon dan sangat nyaman digunakan.

2. Kain Combed 24s

Jenis kain Combed 24s ini lebih tipis bila dibandingkan dengan kain Combed 20s. Tingkat ketebalannya berkisar antara 170-210 gram per meter perseginya.

Karena tingkat ketebalannya yang tidak berbeda jauh dengan kain Combed 20s, maka kekuatannya juga tidak berbeda jauh dengan kain Combed 20s. Kain Combed 24s ini tergolong sebagai kain khusus.

Ada alasan mengapa kain Combed 24s ini menjadi sebuah jenis kain khusus, yaitu karena jenis kain ini hanya digunakan di wilayah Bandung, Jawa Barat saja. Jenis kain Combed 24s ini sangat jarang dijumpai di luar wilayah Bandung.

3. Kain Combed 30s

Jenis kain Combed 30s ini memiliki tingkat ketebalan yang berada di bawah kain Combed 20s dan 24s. Tingkat ketebalan jenis kain Combed 30s ini berkisar di antara 140-160 gram per meter persegi.

Karena memiliki tingkat ketebalan yang berada di bawah jenis kain Combed sebelumnya, maka penggunanya akan merasakan sensasi dingin saat mengenakan pakaian berbahan kain Combed 30s.

Kain Combed 30s ini masih menjadi pilihan yang baik untuk menjadi kaos sablon meski ketebalan dan kekuatan yang berada di bawah kain Combed sebelumnya.

Terbukti karena kain Combed 30s ini juga banyak digunakan oleh produsen baju terkenal. Selain itu, karena lebih tipis membuat pengguna kain ini merasa nyaman saat mengenakan kaos berbahan Combed 30s.

4. Kain Combed 40s

Jenis kain ini adalah yang paling tipis dari variasi jenis kain Combed lainnya. Tingkat ketebalan jenis kain Combed 40s ini hanya berada di angka 140-160 gram per meter persegi saja.

Meski begitu, kualitas kain Combed 40s ini juga tidak terlalu berbeda jauh dengan variasi jenis lainnya. Karena kain ini tergolong tipis, banyak yang memilih menggunakannya, terutama di kota-kota yang cenderung panas.

Bahannya yang paling tipis membuat penggunanya tidak akan merasa kepanasan dan pengap yang akan membuat tubuh mengeluarkan keringat.

Kain Combed yang terlalu banyak menyerap keringat justru menjadi cepat rusak. Penggunaan kain Combed 40s ini produsen kaos atau sablon di kota Jakarta. Alasannya tentu karena di Jakarta memiliki udara yang panas sehingga kain ini lebih cocok digunakan di sana.

BACA JUGA:  Bahan Scuba yang Jadi Favorit di Dunia Fashion dan Penjelasan Lengkapnya  

Dari semua varian kain Combed, terdapat huruf s di bagian belakang nomor kainnya. Huruf s ini merupakan suatu tanda bahwa kain Combed ini menggunakan jahitan tunggal.

Huruf s ini berasa dari kata single knit dan menjadi sebuah metode penjahitan baju yang sering digunakan. Selain single knit ada juga metode penjahitan baju double knit atau jahitan ganda.

Tips Memilih Kain Cotton Combed

Jenis kain ini sangat mudah dijumpai di pasaran dan memiliki banyak sekali varian. Masing-masing varian kain Combed memiliki tingkat kekuatan dan ketebalan yang berbeda.

Sehingga tingkat kenyamanan dan bentuk penggunaannya tentu juga berbeda-beda. Meski begitu kualitas jenis kain Combed ini tetap berada di atas rata-rata kain katun biasa.

Dalam hal memilih kain Combed, yang harus diperhatikan pertama kali adalah tujuan penggunaannya. Bila tujuan penggunaannya untuk digunakan pada kota yang cenderung berhawa panas, sebaiknya memilih kain Combed yang cenderung tipis.

Dengan begitu, pengguna kain ini tetap merasa nyaman dan dingin saat menggunakan kaos berbahan kain Combed.

Perhatikan juga kualitas jahitan dari produsen kaos karena kualitas jahitan masing-masing produsen tersebut berbeda-beda.

Hindari memilih kaos berbahan Combed yang memiliki sisa-sisa pendek pada jahitannya. Pastikan pilih kaos berbahan Combed yang memiliki jahitan rapi dan halus.

Cara Merawat Kain Cotton Combed

Merupakan golongan kain yang sangat nyaman digunakan, membuat jenis kain Combed ini banyak digunakan. Sayangnya, kain Combed ini termasuk ke dalam kain yang mudah rusak dan berjamur bila tidak dirawat dengan baik.

Oleh sebab itu, sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mencuci dan menyimpan pakaian berbahan kain Combed ini.

Yang pertama, usahakan jangan merendam kain ini terlalu lama karena kain ini sangat mudah menyerap air. Pisahkan juga kain yang berwarna dengan kain putih untuk menghindari terjadinya luntur pada pewarna pakaian.

Yang terpenting juga adalah menghindari menyikat kain Combed karena justru dapat merusak tekstur kainnya.

Kain Combed ini sangat mudah menyerap keringat sehingga sebaiknya tidak digunakan saat tidur. Keringat yang terserap pada kain ini juga dapat membuat debu dan kotoran menempel dan membuat kain menjadi kotor.

Saat mencuci sebaiknya tidak menggunakan mesin cuci karena justru dapat merusak tekstur kain Combed.

Kain Cotton Combed merupakan jenis kain yang mudah ditemui dan digunakan sebagai bahan pembuatan kaos, terutama sablon kaos. Jenis kain ini bertekstur tebal dan nyaman saat digunakan.

Selain itu, jenis kain ini juga tidak menggunakan bahan kimia sehingga aman digunakan oleh siapa saja.

error: Content is protected !!