Menggunakan kain sutra sebagai pakaian, memiliki prestigious tersendiri. Setiap orang yang mengenakan pakaian berbahan ini bisa dipastikan akan dinilai karena kemewahannya. Disamping itu, nilai sosial di masyarakat akan lebih tinggi.
Itulah sebabnya, kain ini selalu identik dengan kain yang biasa digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas karena kemewahannya. Tidak hanya itu, kain ini pun, memiliki karakteristik tersendiri yang menjadikannya lebih special.

Dengan berbagai keunggulan yang terdapat pada kain ini, menjadikan kain ini menjadi word of mouth di tengah masyarakat. Dengan demikian, banyak orang yang merasa penasaran untuk memiliki kain tersebut. Namun sebelumnya, alangkah baiknya jika mengetahui karakteristiknya terlebih dahulu.
Contents
Selintas Tentang Kain Sutra
Kain ini pertama dikenal di Indonesia melalui saudagar dari Tiongkok. Transaksi perekonomian pada masa lalu memperjual belikan kain Sutra sebagai komoditi perekonomiannya. Itulah sebabnya, jalur yang dilalui oleh saudagar Tiongkok tersebut disebut sebagai jalur Sutra.
Berawal dari situlah, kain Sutra mulai dikenal dan diproduksi di dalam negeri. Proses pembuatannya yang alami dan terbilang rumit ini menjadikan kain ini berharga sangat mahal. Oleh sebab itu, kain ini seringkali digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas.
Adapun mengenai proses pembuatannya yaitu menggunakan ulat sutra dan daun murbei sebagai bahan makanan ulat tersebut. Daun murbei yang dimakan oleh ulat sutra tersebut, akan menghasilkan serat halus berupa kepompong. Kepompong tersebut akan dibuat sebagai bahan baku kain sutra.

Karakteristik Kain Sutra
Sebelum membeli kain bahan Sutra, ada baiknya untuk mengenali karakteristik kain tersebut, sehingga dapat mengenali jenis kain yang asli dan yang palsu. Mengenalinya sangatlah penting, agar tidak terkecoh saat melakukan pembelian kain tersebut. Berikut ini beberapa karakteristiknya:
1. Halus
Kain ini terkenal dengan tekstur kainnya yang halus. Sifat kain yang halus tersebut didapatkan dari 80% Fibroin (protein ulat Sutra), dan 20% Sericin (karet Sutra), sehingga menghasilkan kain yang kehalusannya sering diumpamakan atau diistilahkan dalam berbagai benda.
Sebagai contoh, seringkali kita mendengar istilah, ‘sehalus Sutra’, hal tersebut dikarenakan kain tersebut memiliki kehalusan yang tiada tandingan dengan jenis kain atau benda lainnya. Itulah karakteristik pertama yang dapat dikenali.

2. Adem
Karakteristik kain bahan Sutra yang mudah dikenali, bahkan dengan menyentuhnya sekalipun. Kain ini terasa sangat sejuk dan adem. Bahkan kain ini sangat cocok untuk digunakan untuk pembuatan baju di wilayah Indonesia yang beriklim tropis dan cenderung panas, karena menggunakan kain ini lebih menyejukan.
Berdasarkan hal tersebut, kain ini sangat mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Bahkan sejak pertama kali dibawa oleh saudagar Tiongkok ke Indonesia dalam perdagangan Sutranya. Kain ini menjadi identitas kekayaan masyarakat Indonesia pada saat itu.
Baca juga: bahan kain polyester
3. Kuat
Walaupun halus, namun kain Sutra tersebut memiliki tekstur yang kuat. Itulah sebabnya, setiap pakaian yang menggunakan kain ini selalu memiliki kualitas nomor satu.
Kain ini menjadi kuat karena seratnya yang rapat. Kekuatan serat tersebut, didapatkan berkat serat yang dihasilkan ulat Sutra yang menghasilkan serat kain yang halus dan membuat kerapatan serat tersebut menghasilkan kain yang kuat. Oleh sebab itu, kain yang kuat menjadi karakteristik sutra yang asli.
4. Mengkilap jika Terkena Cahaya

Kain ini lebih mengkilap jika terkena cahaya. Dengan demikian, untuk mengenali karakteristik kain ini bisa dilakukan dengan cara menyinari di bawah sinar secara langsung. Jika kain ini menghasilkan cahaya kilap maka bisa dipastikan Sutra tersebut merupakan Sutra asli.
Cahaya yang digunakan bisa berupa cahaya matahari langsung ataupun cahaya lampu rumah. Selama cahaya tersebut bisa digunakan untuk mengenali karakteristik kain tersebut. Mengenali karakteristik kain dengan cara ini terbilang cukup mudah dan murah.
5. Tidak Mudah Terbakar
Karakteristik yang bisa terlihat, bahkan oleh orang awam sekalipun yaitu jenis kain Sutra tidak mudah terbakar. Sangat sulit bagi api untuk membakar Sutra ini. Tidak seperti api yang membakar kayu. Walaupun tipis dan halus, namun kain ini tidak mudah terbakar.
Sekali pun terbakar, maka akan menimbulkan bau hangus seperti bau rambut yang terbakar. Maka dari itu, tips mengenali Sutra asli dengan menggunting menjadi bagian kecil pada Sutra tersebut. Ambilah bagian kecil potongannya, dan bakar. Jika kain tersebut mengeluarkan ciri seperti yang telah dijelaskan di atas, maka kain tersebut asli.
Baca juga: kelebihan bahan kain baloteli
6. Efektif Menahan Sinar UV
Kain Sutra yang asli sangat efektif untuk menahan sinar UV. Sebagaimana kita tahu, sinar UV memiliki pengaruh buruk terhadap kulit. Kulit menjadi mudah terbakar, kemerahan, bahkan bisa menyebabkan kanker kulit.
Karakteristik ini bisa dikenali dengan cara memakainya. Gunakanlah kain di bawah sinar matahari langsung, jika kulit tetap sejuk dan tidak menimbulkan efek akibat berada di bawah sinar matahari. Terutama untuk kulit yang tertutup Sutra, maka kain tersebut asli.
Itulah beberapa Karakteristik yang mudah dikenali untuk mengenali kain Sutra. Pastikan untuk mencari tahu, karakteristiknya terlebih dahulu, sebelum membelinya. Pasalnya kain ini sangat mudah sekali dipalsukan. Oleh sebab itu, jangan sampai keluar banyak uang, sementara mendapatkan Sutra yang palsu, tentunya akan sangat merugikan.
Sutra merupakan jenis kain yang mahal. Bahkan dahulu, kain ini termasuk kategori kain mewah. Banyak orang yang sering terkecoh dengan keberadaan Sutra palsu. Oleh sebab itu, pentingnya untuk mengetahui lebih banyak mengenai jenis kain ini agar tidak salah dalam memilih.
Apakah Kain Sutra Cocok untuk Pakaian Premium dan Jersey Custom Eksklusif?
Dengan karakteristiknya yang halus, adem, mengilap, kuat, dan mewah, kain sutra jelas menjadi pilihan utama untuk pakaian berkelas tinggi, termasuk busana muslim eksklusif, baju pesta, baju adat, atau dress premium.
Namun, untuk kebutuhan jersey olahraga custom, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
-
Sutra alami tidak cocok untuk printing sublimasi, karena sifat alaminya tidak bisa mengikat tinta sublimasi seperti polyester.
-
Meski begitu, jersey dengan tampilan premium atau koleksi terbatas bisa dibuat dari bahan tiruan sutra (silky polyester) yang menyerupai kehalusan dan kilau kain sutra, tapi tetap kompatibel untuk printing.
-
Untuk kategori fashion muslim custom—seperti gamis olahraga, kerudung olahraga, atau outerwear eksklusif—sutra bisa digunakan sebagai aksen atau pelapis untuk menambah kesan mewah dan elegan.
Kesimpulannya:
Kain sutra asli lebih cocok untuk produk fashion eksklusif daripada jersey olahraga fungsional. Namun, silky polyester atau bahan campuran mirip sutra bisa menjadi jembatan antara fungsionalitas jersey dan kemewahan tampilan. Pilihan terbaik kembali pada tujuan desain dan citra brand yang ingin ditampilkan.
Cara Perawatan
Setelah mengenal lebih banyak mengenai jenis kain Sutra, terutama karakteristiknya. Hal yang tidak kalah pentingnya, untuk mengetahui cara merawatnya. Jangan sampai kain yang tergolong mahal ini mudah rusak karena perawatan yang salah. Berikut ini beberapa perawatan yang harus dilakukan, yaitu:
1. Tidak Menggunakan Mesin Cuci
Cara perawatan pada kain ini sebaiknya dilakukan pencucian hanya dengan menggunakan tangan. Pasalnya kain ini tidak mudah kotor. Dengan demikian, mencuci dengan tangan pun dapat menghilangkan noda dengan mudah. Disamping itu, mencuci dengan tangan tidak akan merusak kain tersebut.
Dalam kasus lain, bisa saja menggunakan mesin cuci. Hanya saja, untuk Level yang digunakan pada mesin cuci tersebut, usahakan menggunakan level yang paling rendah. Dengan demikian, mesin cuci tersebut tidak akan merusak kain. Terlebih Sutra memiliki serat kain yang halus dan lembut.
Mencuci kain ini sebetulnya tidak terlalu membutuhkan penggunaan mesin cuci. Pasalnya, kain ini tidak mudah kotor dan juga sangat mudah dibersihkan bila ada noda yang mengenai kain tersebut. Teksturnya yang tidak mudah menyerap minyak dan noda merupakan keunggulannya.
2. Gunakanlah Deterjen yang Lembut
Dalam mencuci kain, peran deterjen sangatlah penting untuk membuat pakaian menjadi lebih bersih. Walaupun demikian, berbeda dalam penggunaan deterjen untuk kain Sutra. Kain ini memerlukan deterjen dengan kandungan yang lembut. Pasalnya kandungan deterjen tertentu dapat membuat serat kain menjadi lebih kaku dan kasar.
Berdasarkan hal tersebut, pentingnya untuk memilih kandungan deterjen yang sekiranya tidak akan membuat kain menjadi kasar. Oleh sebab itu, sebaiknya untuk menggunakan deterjen dengan kandungan yang lembut. Misalnya deterjen yang tidak terlalu banyak mengeluarkan busa.
Misalnya, penggunaan deterjen yang terlalu banyak menggunakan busa dapat membuat kain menjadi kaku dan kasar. Oleh sebab itu, perhatikan zat aktif pada deterjen tersebut. Pilihlah yang ramah lingkungan dan tidak terlalu banyak menggunakan bahan kimia.
3. Gunakanlah Pelembut Pakaian
Ada banyak sekali merk pelembut pakaian di pasaran, pilihlah yang sekiranya tidak merusak serat kain. Penggunaan pelembut pakaian pada Sutra sangatlah penting, karena bahan tersebut dapat membuat serat kain menjadi lebih halus. Oleh sebab itu, ketika hendak mencuci kain Sutra tersebut, sebaiknya untuk selalu menggunakan pelembut pakaian dalam proses pencucian.
Tekstur kain ini yang cenderung lebih sensitif terhadap kandungan deterjen tertentu, akan membuat serat kain menjadi lebih mudah kasar. Dengan demikian, serat kain tersebut akan dilembutkan oleh penggunaan pelembut pakaian. Terutama pada kain Sutra, yang memiliki tekstur yang halus.
Khususnya untuk bahan Sutra ini menjaganya agar tetap halus adalah suatu keharusan. Itulah sebabnya, penggunaan pelembut pakaian pada perawatan kain ini adalah sebuah kebutuhan pokok. Dengan demikian, bahan Sutra tersebut tetap terjaga kehalusannya.
4. Keringkan dengan Cara Diangin-anginkan Saja
Tekstur Sutra yang halus akan sangat mudah kering hanya dengan cara diangin-anginkan saja. Jenis kain ini lebih tipis dan halus. Oleh sebab itu, menjemurnya di bawah sinar matahari langsung dapat merusak tekstur kain tersebut. Termasuk diantaranya, dalam pewarnaan kain tersebut, warnanya akan lebih mudah luntur.
Cara perawatan Sutra ini harus diperhatikan agar tekstur kain lebih awet dan warnanya tetap terjaga. Oleh sebab itu, penting untuk menjemur pakaian berbahan sutra di tempat yang teduh. Kain ini lebih tipis, sehingga akan kering dengan sendirinya hanya dengan diangin-anginkan saja.
Sebagai kain yang ‘istimewa’, tentunya memerlukan perawatan yang istimewa pula. Oleh sebab itu, hindari penggunaan mesin pengering dari mesin cuci, dan juga sinar matahari langsung, yang dapat merusak tekstur kain menjadi mudah rapuh. Oleh sebab itu, menjemur di tempat jemuran yang beratap sudah cukup.
5. Tidak Disetrika dengan Suhu Panas
Tekstur kain yang tipis sangat sensitif terhadap panas. Oleh sebab itu, pentingnya untuk menggunakan setrika dengan suhu rendah pada kain tersebut. Dengan demikian, suhu yang panas pada setrika tidak akan merusak kain tersebut secara langsung.
Penggunaan setrika dengan suhu tinggi bisa menyebabkan Sutra tersebut gosong karena setrika tersebut. Dengan demikian, bukannya rapi yang akan didapatkan, melainkan kain yang rusak. Sungguh sangat disayangkan, mengingat kain ini merupakan jenis kain yang mahal.
Kain ini cenderung licin dan tidak mudah kusut. Bila ingin menyetrikanya, lapisi kain terlebih dahulu dengan jenis kain lainnya agar suhu dari setrika tersebut tidak menyentuh permukaan Sutra secara langsung. Dengan demikian, panas dari setrika tersebut dapat dinetralisir melalui kain tersebut.
Itulah cara-cara perawatan Sutra yang harus diketahui oleh banyak orang. Dengan demikian, perawatan yang benar dapat membuat kain tersebut menjadi lebih tahan lama dan juga tetap terjaga teksturnya. Sebagaimana tekstur Sutra pada umumnya.
Ada banyak jenis kain Sutra yang dapat dijumpai di pasaran. Namun, jika tidak mengetahui karakteristiknya bisa dipastikan akan dengan mudah untuk mendapatkan Sutra yang palsu. Padahal kain ini sangat berharga, sehingga sangat merugikan bila mendapatkan kain yang palsu.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Garuda Print.
🔗 Lihat profil lengkap →