Menu
Selamat Datang di Garuda Print

Suhu Aman Menyetrika Jersey agar Sablon Tidak Meleleh atau Berkerut

Suhu Aman Menyetrika Jersey agar Sablon Tidak Meleleh atau Berkerut

Kenali Dulu Jenis Sablon pada Jersey

Sebelum menyetrika jersey, cek dulu jenis sablon atau detail cetak yang digunakan.

Ini penting karena setiap jenis sablon punya perlakuan berbeda saat terkena panas.

Secara umum, jersey bisa dibagi menjadi dua:

  • Jersey full printing sublimasi
  • Jersey dengan tambahan sablon seperti polyflex, DTF, atau plastisol

Jersey full printing sublimasi biasanya lebih aman terkena setrika suhu rendah karena warna menyatu dengan serat kain.

Namun, polyflex, DTF, dan plastisol berbeda. Ketiganya menempel di permukaan kain. Jadi, area tersebut tidak boleh terkena setrika langsung.

Apakah Jersey Perlu Disetrika?

Sebenarnya, jersey tidak selalu perlu disetrika.

Bahan jersey olahraga umumnya berbasis polyester. Bahan ini biasanya lebih cepat rapi setelah dicuci dan dikeringkan dengan benar.

Namun, jersey bisa tetap terlihat kusut jika:

  • Terlipat terlalu lama
  • Disimpan dalam tumpukan
  • Diperas terlalu kuat
  • Dimasukkan ke tas terlalu lama
  • Baru selesai produksi atau pengiriman

Jika perlu disetrika, gunakan suhu rendah dan jangan menyetrika seperti baju katun biasa.

Suhu Aman untuk Menyetrika Jersey

Suhu aman untuk menyetrika jersey adalah suhu rendah.

Gunakan pengaturan low heat, synthetic, atau polyester pada setrika.

Jika setrika memiliki angka suhu, gunakan kisaran sekitar 110 sampai 120 derajat Celsius. Jika ragu, mulai dari suhu paling rendah dulu.

Aturan amannya:

  • Gunakan suhu rendah
  • Jangan menekan terlalu lama
  • Jangan diamkan setrika di satu titik
  • Gunakan kain pelapis
  • Setrika dari bagian dalam jika memungkinkan
  • Hindari uap panas berlebihan
  • Jangan setrika langsung area sablon tempel

Panas berlebihan bisa membuat kain polyester mengkilap, berkerut, bahkan meleleh.

1. Cara Menyetrika Jersey Full Printing Sublimasi

Jersey full printing sublimasi lebih mudah disetrika dibanding jersey dengan sablon tempel.

Pada sublimasi, warna menyatu dengan serat kain. Jadi, tidak ada lapisan sablon tebal di atas permukaan kain.

Namun, tetap jangan memakai suhu tinggi.

Langkah menyetrika jersey full printing:

  1. Balik jersey bagian luar ke dalam.
  2. Atur setrika ke suhu rendah.
  3. Gunakan mode synthetic atau polyester jika tersedia.
  4. Letakkan jersey di permukaan datar.
  5. Gunakan kain tipis sebagai pelapis jika ingin lebih aman.
  6. Setrika dengan gerakan ringan.
  7. Jangan menekan terlalu kuat.
  8. Jangan diamkan setrika terlalu lama di satu area.
  9. Hindari menyetrika bagian yang terlalu lembap.
  10. Angkat setrika jika kain mulai terasa terlalu panas.

Untuk jersey full printing, fokus utamanya adalah menjaga kain agar tidak mengkilap, berkerut, atau berubah tekstur.

2. Cara Menyetrika Jersey dengan Polyflex, DTF, atau Plastisol

Jersey dengan tambahan polyflex, DTF, atau plastisol harus lebih hati-hati.

Ketiga jenis sablon ini menempel di permukaan kain. Jadi, area sablon bisa rusak jika terkena panas setrika secara langsung.

Risiko jika disetrika langsung:

  • Polyflex bisa mengkerut
  • DTF bisa retak atau berubah tekstur
  • Plastisol bisa lengket atau mengkilap
  • Ujung sablon bisa terangkat
  • Permukaan sablon bisa rusak
  • Detail bisa terlihat tidak rapi

Cara menyetrikanya:

  1. Balik jersey bagian luar ke dalam.
  2. Atur setrika ke suhu rendah.
  3. Hindari menyetrika langsung area sablon.
  4. Jika harus melewati area sablon, gunakan kain pelapis.
  5. Jangan menekan area sablon terlalu lama.
  6. Jangan gunakan suhu tinggi.
  7. Jangan memakai uap panas langsung di area sablon.
  8. Setrika bagian kain di sekitar sablon dengan pelan.
  9. Angkat setrika jika area sablon mulai terasa panas.
  10. Jangan menyetrika sablon dari sisi luar tanpa pelapis.

Untuk jersey dengan polyflex, DTF, atau plastisol, prinsipnya sederhana: jangan biarkan panas langsung menyentuh sablon.

Kenapa Harus Pakai Kain Pelapis?

Kain pelapis membantu mengurangi kontak panas langsung antara setrika dan jersey.

Ini penting, terutama jika jersey punya tambahan sablon tempel.

Kain pelapis bisa membantu:

  • Mengurangi risiko sablon meleleh
  • Mengurangi risiko kain mengkilap
  • Membuat panas lebih merata
  • Melindungi permukaan jersey
  • Mencegah setrika menempel pada sablon

Gunakan kain tipis yang bersih. Jangan pakai kain yang terlalu tebal karena panas bisa tidak merata.

Bagian Jersey yang Sebaiknya Dihindari

Tidak semua bagian jersey perlu disetrika.

Beberapa bagian justru lebih aman dihindari, terutama jika ada aplikasi tambahan.

Hindari setrika langsung pada:

  • Nomor punggung polyflex
  • Nama pemain polyflex
  • Logo DTF
  • Sponsor DTF
  • Sablon plastisol
  • Logo 3D TPU
  • Area zipper
  • Area karet atau gripper
  • Bagian jahitan tebal

Jika bagian tersebut kusut, rapikan dari sisi dalam dan gunakan kain pelapis.

Jangan Gunakan Suhu Tinggi

Suhu tinggi adalah penyebab utama jersey rusak saat disetrika.

Bahan polyester tidak tahan panas seperti katun. Jika terkena suhu terlalu tinggi, kain bisa berubah tekstur.

Dampak suhu terlalu tinggi:

  • Kain bisa mengkilap
  • Kain bisa berkerut
  • Serat kain bisa rusak
  • Sablon bisa meleleh
  • Polyflex bisa mengelupas
  • DTF bisa retak
  • Plastisol bisa berubah permukaan

Jadi, jangan mengejar hasil rapi dengan suhu tinggi. Lebih baik suhu rendah, gerakan pelan, dan tidak terlalu lama.

Kesalahan Umum Saat Menyetrika Jersey

Banyak jersey rusak bukan karena bahan buruk, tetapi karena cara menyetrikanya salah.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Menyetrika jersey dengan suhu tinggi
  • Menyetrika langsung di atas polyflex
  • Menyetrika langsung di atas DTF
  • Menyetrika langsung di atas plastisol
  • Tidak membalik jersey
  • Tidak memakai kain pelapis
  • Menekan setrika terlalu lama
  • Menggunakan uap panas berlebihan
  • Menyetrika area logo 3D
  • Menyamakan jersey dengan kaos katun

Jika ingin jersey tetap awet, hindari kebiasaan ini.

Rekomendasi Garuda Print

Di Garuda Print, menyetrika jersey sebaiknya selalu dimulai dari melihat jenis sablonnya.

Jika jersey full printing sublimasi, setrika masih bisa dilakukan dengan suhu rendah. Lebih aman jika jersey dibalik dan diberi kain pelapis.

Jika jersey punya tambahan polyflex, DTF, atau plastisol, jangan setrika langsung pada area tersebut. Gunakan kain pelapis, suhu rendah, dan jangan menekan terlalu lama.

Panduan sederhananya:

  • Full printing sublimasi: boleh disetrika suhu rendah
  • Polyflex: jangan setrika langsung
  • DTF: jangan setrika langsung
  • Plastisol: jangan setrika langsung
  • Semua jenis jersey: lebih aman dibalik dan diberi kain pelapis

Dengan cara ini, jersey tetap rapi tanpa merusak kain dan detail sablonnya.

Kesimpulan

Suhu aman menyetrika jersey adalah suhu rendah, sekitar 110 sampai 120 derajat Celsius, atau gunakan mode synthetic dan polyester pada setrika.

Namun, cara menyetrika jersey tidak hanya soal suhu. Jenis sablon juga harus diperhatikan.

Jersey full printing sublimasi bisa disetrika dengan suhu rendah karena warnanya menyatu dengan kain. Tapi jika jersey punya tambahan polyflex, DTF, atau plastisol, area sablon tidak boleh terkena setrika langsung.

Balik jersey, gunakan kain pelapis, hindari suhu tinggi, dan jangan menekan terlalu lama. Cara ini membantu jersey tetap rapi, tidak meleleh, tidak berkerut, dan detail sablon tetap awet.

FAQ Suhu Aman Menyetrika Jersey

Berapa suhu aman untuk menyetrika jersey?
Suhu aman untuk menyetrika jersey adalah suhu rendah, sekitar 110 sampai 120 derajat Celsius. Gunakan mode synthetic atau polyester jika tersedia pada setrika.

Apakah jersey full printing boleh disetrika?
Boleh, tetapi gunakan suhu rendah. Lebih aman jika jersey dibalik dan diberi kain pelapis agar permukaan kain tidak mengkilap atau berkerut.

Apakah polyflex boleh disetrika langsung?
Tidak disarankan. Polyflex menempel di permukaan kain, sehingga panas langsung bisa membuatnya mengkerut, retak, atau mengelupas.

Apakah DTF dan plastisol boleh terkena setrika?
Tidak boleh terkena setrika langsung. Jika area tersebut perlu dirapikan, gunakan kain pelapis dan suhu rendah tanpa menekan terlalu lama.

Kenapa jersey bisa meleleh saat disetrika?
Jersey umumnya berbahan polyester. Jika terkena suhu terlalu tinggi, serat kain bisa rusak, mengkilap, berkerut, atau meleleh.

Desain Jersey Terbaru

Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-37 Hijau Teal Sage Motif Pinwheel Spiral Abstrak yang Fresh
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-36 Hijau Putih Motif Polygon Kristal dengan Aksen Starburst Lime
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-35 Lime Neon Biru Ungu Motif Brush Slash Abstrak dengan Dot Texture
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-34 Hijau Forest Putih Motif Herringbone Tipis Vertikal yang Clean dan Elegan
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-33 Merah Kuning Motif Flame Vertikal dengan Detail Dot Pattern
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-32 Biru Cyan Navy Motif Brush Flame Abstrak yang Dinamis
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-31 Putih Biru Muda Motif Houndstooth Zigzag Patah yang Clean dan Fresh
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJersey Futsal GS-30 Putih Abu Hitam Motif Stripe Vertikal dengan Arsiran Diagonal Halus
HargaRp (Hubungi CS)
Lihat Detail