Pernah tidak memikirkan kain yang sering digunakan untuk membungkus jenazah (kain kafan) itu merupakan jenis kain apa? Lalu apakah kain tersebut hanya digunakan untuk kain kafan saja atau juga digunakan untuk hal lainnya. Sebagai awalan kain tersebut merupakan kain mori, dan untuk penggunaannya sendiri kain ini sudah banyak digunakan untuk hal lainnya. Adapun berikut ini pembahasan lengkap seputar kain ini.

Contents
Pengertian Kain Mori
Pertama apa itu kain mori? Mungkin saja masih banyak yang belum familiar dengan kain jenis ini. Kain mori merupakan kain tenun dan memiliki warna putih bersih tanpa tambahan warna lainnya. Sehingga lebih banyak digunakan untuk kain kafan. Meskipun begitu sebenarnya kain ini memiliki karakteristik yang bisa dibilang bagus, karena bahan baku penyusunannya sangat bagus.
Bahan Baku Pembuatannya
Sebelumnya sudah disinggung sedikit terkait bahan baku pembuatan dari kain mori ini yang membuat kainnya memiliki kualitas unggulan. Untuk bahan bakunya sendiri kain ini terbuat dari campuran antara sutra, katun dan juga rayon. Saat pembuatannya kain ini dibedakan menjadi dua jenis yang pertama adalah kain yang sudah mengalami proses pemutihan dan juga yang belum.
Jenis-Jenis yang Ada Di Pasaran
Selain memiliki bahan baku yang berkualitas baik, keunggulan lainnya dari kain mori ini adalah jenisnya lumayan banyak. Tentunya setiap jenis kain ini memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga bisa dimanfaatkan untuk beragam keperluan. Sehingga pengguna bisa memanfaatkan setiap jenis kain ini dengan baik. Adapun jenis-jenis kain tersebut diantaranya :
1. Batu
Pertama adalah kain jenis mori batu yang memiliki lebar 115 cm. Kain ini terbuat dari benang katun 20s sehingga kain ini memiliki kerapatan yang medium, atau bisa dibilang tidak terlalu padat. Jenis yang satu ini bisa dibilang sebagai jenis yang memiliki kualitas paling bawah (terendah) serta memiliki tekstur yang sedikit kasar.
2. Prima
Kalau yang ini termasuk dalam mori dengan kualitas menengah yang dimilikinya. Jadi bisa dibilang lebih bagus dari kain yang sebelumnya. Kain yang satu inilah yang paling sering digunakan untuk pembuatan batik cap dan juga batik tulis. Salah satu bahan baku dari kain ini adalah benang katun 40s dan biasanya memiliki lebar 106 cm dan 115 cm.
3. Biru
Lalu ada kain jenis mori yakni mori biru yang salah satu bahan bakunya menggunakan benang katun 30s. Sehingga bisa dikatakan bahwa kualitas yang ini sedikit di bawah mori prima, namun masih diatas mori batu. Sehingga bisa digunakan sebagai pengganti ataupun bahan campuran, jika ingin menghemat biaya produksi.
4. Primis
Terakhir adalah mori katun dengan kualitas terbaik yang dimilikinya dengan anyaman yang sangat halus dan juga padat. Karena kualitasnya yang sangat bagus, jenis yang satu ini paling banyak digunakan untuk kain batik tulis premium. Hal ini disebabkan kain ini sangat mudah dibentuk serta sangat mudah untuk didesain, dan hasilnya sangat halus dan juga bagus.
Penggunaan Kain Mori
Sebelumnya sudah disinggung sedikit, bahwa kain mori ini paling sering digunakan sebagai bahan untuk membuat kain kafan. Namun tidak hanya itu saja jenis kain ini juga sering digunakan untuk beragam keperluan. Uniknya beberapa penggunaan ini sama sekali tidak akan disangka, dan benar-benar berbeda dari perkiraan. Adapun beberapa penggunaan jenis kain yang satu ini ialah :
1. Kain Kafan
Pertama yang paling familiar adalah penggunaan kain mori sebagai kain kafan. Bahkan karena terlalu populer banyak yang menyangka bahwa kain kafan itu adalah nama dari mori ini. Penggunaan ini dikarenakan warna kain ini yang benar-benar putih bersih serta memiliki karakteristik yang cocok untuk digunakan sebagai kain pembungkus jenazah.
2. Kain Batik
Selanjutnya adalah kain batik yang ternyata sudah lama menggunakan kain ini sebagai bahan baku utamanya. Sama seperti penggunaannya untuk kain kafan, pemanfaatan kain ini untuk batik juga dikarenakan warnanya yang putih. Sehingga cocok dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan batik karena mudah untuk dicampurkan dengan warna lainnya.
3. Kain Layar
Pemanfaatan lainnya adalah penggunaan kain ini sebagai layar. Biasanya pada zaman dahulu kain ini digunakan sebagai layar untuk menonton film. Pada zaman dahulu dinamakan sebagai layar tancap. Dimana kain ini merupakan media untuk memantulkan gambar yang berasal dari layar proyektor. Sehingga gambar yang dihasilkan akan tetap jernih dan tidak pecah.
4. Kain Saringan Tahu
Terakhir mungkin banyak yang belum tahu jika kain saringan tahu ternyata adalah kain jenis mori ini. Mungkin bukan kain yang memiliki kualitas premium seperti untuk kain batik tulis ataupun batik cap. Namun tetap saja kemampuan yang dimiliki oleh kain ini dalam menyerap air dan melapisi tahu tetap patut untuk dipertimbangkan.
Apakah Kain Mori Cocok untuk Jersey Printing?
Kain mori memang dikenal luas sebagai bahan kain putih polos, ringan, dan mudah menyerap cairan, yang lazim digunakan untuk kain kafan, batik tulis, hingga saringan tahu. Tapi, apakah kain ini juga cocok untuk pembuatan jersey olahraga?
Jawabannya: tidak cocok untuk jersey printing.
Meskipun kain mori ringan dan menyerap tinta dengan baik, karakteristiknya tidak mendukung performa olahraga. Kain ini umumnya tidak elastis, mudah kusut, dan kurang tahan terhadap gesekan atau kelembapan tinggi, yang tentu sangat dibutuhkan dalam aktivitas fisik seperti futsal, lari, atau sepeda.
Terlebih, teknik sublimasi printing membutuhkan kain berbahan polyester, bukan katun murni seperti mori. Hasil sablon pada kain mori pun tidak akan tajam dan cepat pudar.
Jadi, kain mori lebih cocok untuk kebutuhan tradisional dan seni tekstil, bukan untuk pembuatan jersey printing profesional.
Jadi itulah tadi pembahasan lengkap seputar kain mori yang banyak sekali disebut sebagai kain kafan. Ternyata pemanfaatannya juga sangat banyak, dan tidak hanya untuk kain kafan saja. Sehingga jangan bingung lagi tentang penggunaan kain ini dan apa bahan baku penyusunnya.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Garuda Print.
๐ Lihat profil lengkap โ