Jika ingin mengetahui jenis kain yang terbuat dari bahan alami selain kain katun, jawabannya adalah kain linen. Keduanya sama-sama terbuat dari bahan alami tumbuhan. Kain ini terbuat dari serat Linen yang berasal dari daratan Eropa.
Bila mendengar kata Eropa, tentunya akan terlintas bahwa kain ini merupakan jenis kain yang mewah dengan harga yang mahal. Dengan demikian, akan sulit dijangkau oleh masyarakat awam. Khususnya untuk para pelaku industri pakaian.
Oleh sebab itu, pentingnya untuk mengetahui lebih banyak mengenai kain linen ini agar tidak salah dalam menafsirkan. Khususnya untuk para pebisnis industri fashion yang diharuskan memilih bahan yang tepat untuk berbagai jenis fashion.

Contents
Apa Itu Kain Linen?
Kain linen adalah kain yang terbuat dari serat alami tumbuhan Linen. Jenis kain ini seringkali disebut sebagai kain dari tumbuhan rami. Hal tersebut dikarenakan Linen sendiri memiliki nama latin yaitu Boehmeria Nivea, yang berarti serat tanaman rami.
Karena terbuat dari bahan alami tersebut, kain ini seringkali disebut juga sebagai kain katun. Hanya saja bukan berarti terbuat dari kain katun kapas atau yang lebih dikenali sebagai katun Toyobo. Kain katun Linen memiliki tekstur yang kuat, hanya saja mudah kusut.
Kain yang memiliki ’embel-embel’ katun ini sebetulnya lebih kuat dari kain katun itu sendiri. Bahkan warnanya tidak mudah pudar ketika mengalami 3 – 4 kali proses penyetrikaan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kain katun yang mudah pudar warnanya bahkan ketika mengalami penyetrikaan hanya beberapa kali saja.
Walaupun kain ini seringkali disebut sebagai kain casual, artinya mudah sekali kusut. Namun ada banyak kelebihan yang terdapat pada kain ini. Oleh sebab itu, penggunaan bahan kain ini memerlukan perawatan yang ekstra agar kain tersebut dapat menghasilkan pakaian yang awet dan tahan lama.
Karakteristik Kain Linen
Untuk lebih memahami jenis kain linen itu sendiri, sebaiknya untuk mengetahui Karakteristiknya terlebih dahulu agar dapat membuat keputusan untuk memilih bahan kain yang tepat untuk industri pakaiannya, yaitu:
1. Kuat
Kain linen yang memiliki kualitas nomor satu memiliki tekstur yang kuat. Bahkan merupakan jenis kain terkuat di antara kain dengan bahan alami lainnya. Hal tersebut dikarenakan serat Linen merupakan serat rami yang lebih kuat. Bahkan untuk pembuatannya lebih lama dari serat katun dari kapas.
Kain ini menjadi kuat, karena penggunaan serat kayu rami sebagai bahan pokoknya. Walaupun sedikit mahal, karena serat tersebut cukup sulit ditemukan. Namun, kain ini lebih berkualitas karenanya. Oleh sebab itu, banyak yang memilihnya untuk digunakan sebagai bahan pakaian.
2. Halus
Kain linen yang memiliki kualitas premium memiliki permukaan yang lebih halus. Disamping sebagai Karakteristik, permukaan yang lebih halus tersebut merupakan keunggulan dari kain tersebut. Teksturnya lebih halus dibandingkan dengan kain katun kapas sekalipun.
Mengenali karakteristik kain ini cukup dilakukan dengan cara menyentuhnya. Karakteristiknya yang halus sangat mudah dikenali. Oleh sebab itu, jenis kain ini seringkali digunakan untuk membuat pakaian yang mengharuskan menghadirkan sisi yang mewah pada kain tersebut.
3. Mudah Sekali Kusut
Tekstur kain yang menjadi ciri khas untuk kain bahan linen ini, memiliki sifat casual atau mudah sekali kusut. Walaupun pada beberapa pasaran Eropa,kain casual ini seringkali dicari bahkan menjadi salah satu kelebihan dari kain tersebut. Pasaran Eropa selalu mencari kain casual untuk jenis pakaiannya.
Walaupun karakteristik lainnya yang terdapat pada kain ini mudah sekali kusut, namun hal tersebut bisa diatasi dengan cara perawatan yang baik. Khususnya, ketika menyetrikanya. Oleh sebab itu, pentingnya untuk mengetahui lebih banyak tentang cara perawatan bahan kain tersebut.
4. Mudah Rusak Karena Jamur
Jika ditempatkan pada tempat yang lembab dan tidak terawat, kain ini sangat mudah sekali berjamur. Bahkan kain tersebut menjadi rusak karenanya. Dengan demikian, kain ini perlu perawatan yang tinggi dan tempat penyimpanan yang tidak lembab agar kualitas kain tetap terjaga.
Sifat kain ini mudah sekali lembab. Oleh sebab itu, sangat mudah untuk jamur berkembang biak. Bahkan kain tersebut dapat mudah sekali rusak karena jamur tersebut. Dengan demikian, sangatlah penting untuk untuk sebisa mungkin mengawasi cara penyimpanannya.
5. Mudah Rusak karena Alkali
Pencucian kain ini dengan mengandung Alkali dan zat pemutih dapat merusak kain tersebut. Teksturnya lebih mudah rusak apabila kain tersebut sering terpapar zat tersebut. Oleh sebab itu, penggunaan zat pemutih ketika mencucinya harus diperhatikan.
Awasi dan perhatikan penggunaan cairan pemutih yang berlebihan. Bahkan ketika mencuci pakaian dengan bahan tersebut. Alih-alih menginginkan pakaian yang bersih, ternyata malah membuat pakaian tersebut menjadi rusak. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada cairan pemutih dan juga deterjen.
6. Bekas Lipatannya Mudah Terlihat
Apabila melipat kain ini dan menyimpannya di lemari, maka bekas lipatan pada kain ini akan sangat mudah terlihat. Hal tersebut dikarenakan kain ini merupakan jenis kain casual, yang mudah sekali kusut. Dengan demikian, melipatnya pun akan mudah sekali meninggalkan bekas.
Tidak hanya dalam jangka waktu yang lama, dalam jangka waktu beberapa jam saja bekas kain tersebut akan mudah terlihat. Oleh sebab itu, menggantung pakaian yang berbahan linen ini merupakan langkah yang tepat. Gantunglah pakaian setelah disetrika, maka pakaian yang menggunakan bahan tersebut pun akan lebih rapi.
7. Warna Putih yang Pucat dan Natural
Karakteristik Kain ini jika tidak berwarna, memiliki warna putih yang pucat, namun tetap berkesan natural. Oleh sebab itu, kain ini pun seringkali digunakan untuk acara-acara resmi, karena warna putihnya sangat mendukung untuk dipakai pada acara tersebut. Misalnya kemeja berbahan linen.
Khususnya untuk digunakan sebagai bahan kemeja, memilih kain ini akan mendapatkan warna putih yang pucat dan natural. Karena warna tersebut, menghasilkan pakaian bahan linen yang mewah. Oleh sebab itu, penggunanya akan terlihat lebih elegan dengan warna putih pucat, namun natural karena penggunaan bahan yang alami.
8. Lebih Mewah dan Tidak Mudah Kotor
Permukaan kain ini lebih licin. Sehingga memperlihatkan kain dengan kesan mewah. Salah satu keunggulannya yaitu tidak mudah kotor. Kemewahan pada kain ini bisa didapatkan apabila merawat kain ini dengan baik, dimulai dengan cara pencucian, penjemuran dan setrika hingga penyimpanan.
Disamping sebagai karakteristik yang mudah dikenali, bahan linen yang tidak mudah kotor merupakan salah satu keunggulan bahan ini. Noda yang didapat dari luar, bisa terhalau karena serat rami yang halus dan tidak mudah menyerap minyak. Itulah sebabnya, kain ini tidak mudah kotor.
9. Tekstur Kain Semakin Lembut jika Sering Dicuci
Karakteristik kain ini akan lebih lembut setelah melewati proses pencucian 3 – 4 kali. Dengan demikian, dapat menjadikan kain ini lebih terlihat elegan. Namun, pentingnya untuk mencuci kain ini dengan deterjen yang lembut. Bahkan hal tersebut merupakan bagian dari perawatan kain ini.
Dalam hal ini harus diperhatikan cara pencuciannya. Pastikan kain harus benar-benar bersih dari sisa deterjen. Pasalnya sisa deterjen dapat membuat kain tersebut menjadi kaku. Dengan demikian, dapat merusak jenis kain tersebut.
10. Bisa Menyesuaikan dengan Suhu Lingkungan
Karakteristik kain linen yang juga merupakan keunggulannya, adalah terasa lebih hangat jika digunakan di tempat dingin. Begitu pula sebaliknya, akan terasa lebih sejuk dan nyaman bila digunakan di tempat panas. Oleh sebab itu, kain ini bisa menyesuaikan dengan suhu lingkungan.
Memilih untuk menggunakan kain ini di suhu yang panas atau dingin sekalipun tidak menjadi masalah. Pasalnya kain ini sangat cocok untuk digunakan pada segala jenis kondisi cuaca. Oleh sebab itu, kain ini pun sangat cocok untuk dibuat beragam model pakaian yang tertutup sekalipun, karena tidak akan menimbulkan rasa panas.
Itulah beberapa Karakteristik yang mudah dikenali dari kain linen. Mengenali Karakteristiknya sangatlah penting, guna mendapatkan bahan yang tepat untuk berbagai jenis pakaian. Khususnya untuk para pebisnis industri pakaian.
Peruntukannya
Kain linen bisa digunakan untuk berbagai jenis fashion, baik untuk pria dan wanita. Berikut ini adalah beberapa model pakaian yang dapat difungsikan dengan menggunakan kain tersebut:
1. Kemeja
Teksturnya yang halus membuat kain ini dapat terlihat lebih mewah bila digunakan untuk membuat kemeja. Khususnya bila digunakan untuk beberapa jenis pakaian khusus untuk menghadiri acara formal. Penggunaan bahan ini untuk kemeja, akan membuat penampilan lebih elegan dan berkelas.
2. Gamis
Tidak cukup sampai di situ, kain linen memiliki karakteristik yang lembut dan juga adem. Dengan demikian, cocok bila digunakan untuk membuat gamis. Gamis merupakan pakaian wanita yang memiliki model rok panjang dan menutupi seluruh bagian tubuh wanita. Oleh sebab itu, sangat cocok bila menggunakan kain bahan linen tersebut.
3. Gaun
Berbagai jenis gaun yang dibuat dari bahan linen menampilkan kesan yang elegan dan berkelas. Itulah sebabnya, memilih bahan linen untuk gaun ini sangatlah tepat. Disamping teksturnya yang flowy menjadikan gaun tersebut lebih mudah jatuh dan nyaman ketika dikenakan.
4. Hijab
Saat ini, penggunaan hijab banyak sekali dijumpai di masyarakat Indonesia yang beragama Muslim. Hijab merupakan salah satu bagian dari fashion yang menutupi rambut penggunanya. Oleh sebab itu, pemilihan bahan untuk hijab tersebut haruslah nyaman dan juga tidak menerawang dan panas. Bahan yang tepat untuk hijab tersebut adalah bahan kain linen.
5. Gorden
Tidak hanya untuk fashion semata, penggunaan bahan kain linen ini juga sangatlah tepat untuk dibuat sebagai gorden yang dapat mempercantik rumah. Walaupun bahan ini memiliki tekstur yang mudah kusut, namun bahan kain ini lebih rapi dan memiliki warna yang elegan. Dengan demikian, penggunaan untuk gordyn dapat membuat tampilan rumah menjadi lebih mewah.
Memilih kain bahan linen untuk berbagai jenis pakaian yang telah direkomendasikan di atas sangatlah tepat agar mendapatkan pakaian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga dapat memberikan nilai estetika yang tinggi pada penggunanya.
Kain bahan linen merupakan jenis kain yang pertama kali ada di dunia. Bahkan jenis kain ini merupakan jenis kain tertua di dunia. Banyak orang yang menggunakan kain ini untuk berbagai jenis pakaian. Bahan kain ini menjadi saksi peradaban manusia.
Sebelum memilih dan memutuskan untuk menggunakan kain linen. Ada baiknya untuk mengenali karakteristik kain tersebut terlebih dahulu guna mendapatkan bahan yang tepat untuk membuat pakaian yang digunakan untuk proses industri pakaian, ataupun pembuatan pakaian pribadi.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Garuda Print.
🔗 Lihat profil lengkap →